Aku tidak suka bersedih dengan bersendiri Aku lebih suka bersedih dengan hingar bingar Dengan jalanan, dengan lampu kota, dengan tawa teman Sejenak melupakan beban, Karena bila ku sendiri dengan kesedihan sungguh ganas kepedihan Tak pernah memberi ruang, menatap langit malam dari jendela kamar Semoga keramaian bisa melahap kemuraman dengan bulat-bulat Walaupun, nanti, pulang dengan kesedihan yang sama, mungkin lebih menganga
Suasa malam yang sejuk disini, di hadapan menara tinggi yang berkilauan diterangi cahaya lampu yang berkelap - kelip yang menempel erat di menara itu, menara terindah yang meninggalkan secercah masa lalu di hidupku. Cuaca bersahabat, langit gelap dengan awan tipis dihiasi beribu bintang yang sinarnya membuatku kembali, kembali mengingat seseorang... Seseorang yang ada disaat malam-malam kelam, saat waktu tak terduga. Orang yang membuatku mengerti arti dari persahabatan sejati. Sahabat seumur hidup. Waktu bergulir begitu cepat hingga dia pergi tanpa mengucap kata perpisahan. "meraih mimpi" itu adalah kata yang sering aku dengar keluar dari bibirnya. Namun, kenyataan tak semanis yang dikira. Mungkin apabila dia tidak menjalani mimpinya, ku tahu dia akan bersamaku. Tapi apa yang bisa kulakukan? Dia harus meraih mimpi yang dian...
Komentar
Posting Komentar